Latest Entries »

Pada bab ini akan dibahas dasar teknik pengelasan listrik.

a. Prinsip las listrik
Penyambungan dua buah logam atau lebih menjadi satu dengan jalan pelelehan atau pencarian dengan busur nyala listrik sebagai smber panasnya.penggunaan tenaga listrik sebagai sunber nyalanya dibagi menjadi dua yaitu
1. Las tahanan listrik
2. Las busur nyala listrik

Las tahanan listrik adalah proses pengelasan yang di lakukan dengan cara mengalirkan arus listrik melalui bidang-bidang atau permukaan benda kerja yang akan di sambung atau di las.tahanan yang di timbul akan oleh arus listrik pada bidang-bidang sentuh akan menimbulkan panas dan berguna mencairkan permukaan sambung.

Jadi,tekanan yang diberikan antara kedua bahan kerja akan menimbulkan paduan antara dua buah yang disambung.

Sedangkan las busur nyala listrik merupakan pengelasan yang di lakukan dengan jalan mengubah arus listrik menjadi panas untuk melelehkan atau mencairkan permukaan benda yang akan disambung dan membangkitkan busur nyala listrik melalui elektroda.

Proses terjadinya arus listrik ini diakibatka perbedaan tegangan listrik antara kedua kutub yaitu kerja dan elektroda.perbedaan tegangan inin disebut tegangan nyala busur.
Besar tengangan ini antara 20 volt dan 40 volt

b. Elektroda
Elektroda merupakn bagian terpenting dalam las busur listrik.selama pengelasan elektroda akan habis pada saat berlansungnya pengelasan.jenis elektroda akan mempengaruhi pengelasan, maka itu pemilihan dan jenis elekroda haruslah tepat.berdasrkan selaput pelindungnya dibedakan menjadi 2 macam yaitu elektroda polos dan elektroda berselaput.

Elektroda berselaput ini terdiri dari bangian inti dan pelindung atau fluks.pelapisan fluks dapt dilakukakn dngan cara di semprot,celup atau destrusi.tujuan di buatnya fluks ini agar pada saat elektroda terbkar akan menghasilkan gas co2 dengan tujuan melindungi cairan las,busur listrik dari oksigen yang dapat mengalami bahan las mengalami oksidasi sehingga akan mempengaruhi sifat mekanisme dari logam las.
Jadi selaput elektroda mempunyai fungsi-fungsi antara lain :
1.Mencegah terbentuknya oksida-oksida dan nitrad logam sewaktu proses pengelasan berlansung.
2. Membuat torak pelindung sehingga dapat mengurangi kecepatan pendingin ,dengan tujuan agar benda kerja yang dilas tidak mengalami getas atau rapuh.
3. Memberikan sifat2 khusus terhadap hasil las-lasan dengan cara menambah zat-zat tertentu yang terkandung dalam selaput.
4. Menstabilkan terjadinya busur api dan mengarahkan nyala busur api sehingga mudah di control.

Oleh karena pemilihan jenis elektroda haruslah tepat dengan memperhatikan sebagai berikut.
• Jenis logam yang akan di las
• Tebal bahan yang akan di las
• Kekuatan mekanis yang di harapkan dari hasil pengelasan
• Posisi pengelasan dan
• Bentuk kampuh benda kerja

Untuk selanjutnya baca part.2

salam dari kitabnya si anton

Kali ini, rasanya nggk komplit lw seorang engginer nggk tau jenis bahan/material apa yang akan dia pakai dalam peracangan dan pembuatan suatu bahan dari perancangan. Disini kita akan membahas macam-macam jenis ujia bahan yang akan dipakai dalam menentukan kekuatan bahan suatu material. tanpa pikir panjang, mari kita kenali satu persatu jenis pengujian bahan.gogogogogogo….

Jenis uji bahan pada umumnya dikelompokan atas 2 bagian yaitu ;

  1. Pengujian NDT (Non Disturction Test )
  2. Pengujuan DT (Distruction Test)
  1. Pengujian NDT (Non Distruction Test) adalah pengujian suatu material tanpa merusak atau mengubah bentuk dari suatu material yang di uji. Jenis pengujian NDT ini ada beberapa macam, umumnya yang sering dipakai yaitu:
  • Pengujian Penetran
  • Pengujian Radiograpy
  • Pengujian Magnetic particel test

Dalam ilmu bahan part 1 ini cukup disini aj, yang penting kita sudah tau mengelompokan jenis uji bahan. di part 2 kita akan mempelajari bentuk pengujian penetaran dan apa persiapan pengujianya.

Salam dari kitabnya si anton.

ok guys,,,,!! mw nggk kalian mengoptimalkan Otak kiri dan otak kanan kalian. kalian pasti tau, setiap orng pasti punya kemampuan berbeda-beda. tp, percya nggk, lw kita itu masih menggunakan otak kita hanya 10 % unutk kelansungan hidup kita. Yang sepuluh persen itu pun adalah otak-otak jenius skrng seperti einstein.
Trus berapa persen dong Otak yang kmu gunakan selama ini. Lw aq sih ju2r aj rata-rata 5 % lah dari aktivitas hidup ku. Karena yang kita lakukan sehari-hari adalah kegiatan yang biasa yang kita lakukan, bukan kegiatan baru. Coba deh sekali-kali kalian mendapatkan tantangan baru, yang pastinya belum pernh kalian temukan pemecahan maslahnya, pasti gue jamin 99% otak kalian itu pusing. Haahaha…..!! ini bukan ejekan loh, tp fakta yang ada. HIhiiiii…!!!!

Nggk panjang lebar lagi deh,,!! dalam forum ini, kita akan membahas bagaimana mengiptimalkan otak kiri dan otak kanan supaya dapat bekerja dari 10 % keatas.

Hal pertama yang kita harus lakukan adalah;

  1. Ketahui dulu fungsi otak kiri dan otak kanan kamu. tp, pastinya kamu udh tau dong fungsi otak kiri dan kanan kamu.
  2. selanjutnya mari kita latih otak kita dengan hal-hal yang ringan dulu. Pertama, untuk melatih otak kiri ; misalnya ketika kamu berada di jalanan, kamu melihat plat nomor sepeda motor atau mobil. coba kamu jumlah no yang ada di palat tersebut, lalu kamu bagi dengan kelipatan nya. contohnya palat nomor 2464 = 16 setelah itu kamu bagi dengan jumlah nomor yang ada disana. misalnya tadi hasilnya 16: 4= 4. coba lakukan ini untuk beberapa kedaraan, dijamin deh otak kiri mu akan bekerja 20% lagi dan bandingkan nanti jika orng sedang menjelaskan sesuatu kepada mu, pasti kamu cepat nangkap apa yang di omongkan.
  3. utuk melatih otak kanan kita pakai cara yang ngampang aja, misalnya bayangkan sebuah kubus. letakan titik pada salah satu bidangnya, lalu putar-putar dalam pikiran mu. pasti kau akan mendapatkan sesuatu yaitu pusing dan jenuh. kalau hal tersebut terjadi pada mu, pasti otak mu masih berfungsi. tp, kalau tidak, coba kunjungi dokter bedah otak yang terdekat. hehehehhe…!!!!

ok guys,,, mungkin itu sedikit ulasan tentang melatih otak. kalau gue sih, paling senang melatih otak kiri, so itu sangan penting, karna kita bisa belajar apa-pun dengan autodidak. dan jika gue kepingin melatih otak kanan gue, gue cukup nonton kartun aj kq,,,,

simple kan………!!! selamat mencoba ya….

by -=Anton=-

hai prend……!! aku maw kasih tips dan trik nih buat kmu yang jaringan sosialnya buanyak….!! hehehhe…..!!

Begini prend, akhir-akhir ini kan banyak sekali jaringan sosial seperti facebook, twiiter, plurk dan lain-lain. Nah, disini aku mw kasih ide-ide nih. Gimana kalau itu semua dibuat jadi satu. “Pasti kalian kgk mudeng kan”. hihihihiiii……!!! jadi gini, kita mau buat lw jaringan sosial menjadi seperti satu. contohnya, bila kmu update status di plurk, maka di jaringan sosial facebook dan twitter kmu jadi ter update juga dengan status yang sama, gitu prend…..!!!

Jadi cara nya begini :

  1. kamu buka plurk mu dan masuk/ login terlebih dahulu.
  2. jika sudah masuk, coba kamu liat di plurk  bagian atas ada tulisan ” my account”. kmu klick kata tersebut, ntar disana terdapat account, privacy, instan messengger, dan twitter & facebook.
  3. lw km punya YM/IM, km lebih mudah meng-update status mu dari situ, km tinggal klick aj, ntr ikutin petunjuk registasinya. tp, lw km nggk pny YM/IM, km klik aj twiiter dan facebook.
  4. setelah km masuk pada halaman tersebut. nanti km diminta men-setup FB dan Twitt mu di bagian itu.
  5. ikutin aj petunjuknya hingga di confirmasi pada halaman FB dan Twiit km.

setelah itu, kamu bisa mencoba update status dari jaringan tersebut. Gampang kan prenndd,,,,,!!! selamat mencoba ya.

-= salam anton=-

Dasar-dasar teknik pengelasan

Pada bab ini akan dibahas dasar teknik pengelasan listrik.

a. Prinsip las listrik
Penyambungan dua buah logam atau lebih menjadi satu dengan jalan pelelehan atau pencarian dengan busur nyala listrik sebagai smber panasnya.penggunaan tenaga listrik sebagai sunber nyalanya dibagi menjadi dua yaitu
1. Las tahanan listrik
2. Las busur nyala listrik

Las tahanan listrik adalah proses pengelasan yang di lakukan dengan cara mengalirkan arus listrik melalui bidang-bidang atau permukaan benda kerja yang akan di sambung atau di las.tahanan yang di timbul akan oleh arus listrik pada bidang-bidang sentuh akan menimbulkan panas dan berguna mencairkan permukaan sambung.

Jadi,tekanan yang diberikan antara kedua bahan kerja akan menimbulkan paduan antara dua buah yang disambung.

Sedangkan las busur nyala listrik merupakan pengelasan yang di lakukan dengan jalan mengubah arus listrik menjadi panas untuk melelehkan atau mencairkan permukaan benda yang akan disambung dan membangkitkan busur nyala listrik melalui elektroda.

Proses terjadinya arus listrik ini diakibatka perbedaan tegangan listrik antara kedua kutub yaitu kerja dan elektroda.perbedaan tegangan inin disebut tegangan nyala busur.
Besar tengangan ini antara 20 volt dan 40 volt

b. Elektroda
Elektroda merupakn bagian terpenting dalam las busur listrik.selama pengelasan elektroda akan habis pada saat berlansungnya pengelasan.jenis elektroda akan mempengaruhi pengelasan, maka itu pemilihan dan jenis elekroda haruslah tepat.berdasrkan selaput pelindungnya dibedakan menjadi 2 macam yaitu elektroda polos dan elektroda berselaput.

Elektroda berselaput ini terdiri dari bangian inti dan pelindung atau fluks.pelapisan fluks dapt dilakukakn dngan cara di semprot,celup atau destrusi.tujuan di buatnya fluks ini agar pada saat elektroda terbkar akan menghasilkan gas co2 dengan tujuan melindungi cairan las,busur listrik dari oksigen yang dapat mengalami bahan las mengalami oksidasi sehingga akan mempengaruhi sifat mekanisme dari logam las.
Jadi selaput elektroda mempunyai fungsi-fungsi antara lain :
1.Mencegah terbentuknya oksida-oksida dan nitrad logam sewaktu proses pengelasan berlansung.
2. Membuat torak pelindung sehingga dapat mengurangi kecepatan pendingin ,dengan tujuan agar benda kerja yang dilas tidak mengalami getas atau rapuh.
3. Memberikan sifat2 khusus terhadap hasil las-lasan dengan cara menambah zat-zat tertentu yang terkandung dalam selaput.
4. Menstabilkan terjadinya busur api dan mengarahkan nyala busur api sehingga mudah di control.

Oleh karena pemilihan jenis elektroda haruslah tepat dengan memperhatikan sebagai berikut.
• Jenis logam yang akan di las
• Tebal bahan yang akan di las
• Kekuatan mekanis yang di harapkan dari hasil pengelasan
• Posisi pengelasan dan
• Bentuk kampuh benda kerja

PRINSIP DASAR KAVITASI

Kavitasi dapat terjadi pada saat propeller menerima beban yang sangat tinggi di bawah
kondisi putaran kritis, yang apabila kondisi kritis ini berlanjut akhirnya akan berakibat
turunnya gaya dorong/thrust ataupun kecepatan floating body.
Dalam penelitian lebih lanjut bahwa kavitasi lebih jauh dapat menimbulkan akibat-akibat
buruk pada propeller yaitu terjadinya erosi pada daun propeller. Sehingga tentu saja akibat
adanya erosi akan berakibat turunnya efisiensi propeller yang lebih besar.
Penelitian terjadinya kavitasi pada propeller, umumnya dipakai suatu unit peralatan untuk
percobaan dengan model propeller yang dinamakan “Terowongan Kavitasi/Cavitation
Tunnel”. Dengan unit peralatan ini dapat diselidiki terjadinya kavitasi beserta sifat-sifatnya
serta sejauh mana kavitasi yang terjadi dapat ditolerir.
Melalui suatu percobaan, apabila suatu benda yang bergerak/berputar dalam suatu aliran
fluida, maka tekanan lokal fluida pada suatu tempat tertentu dapat merosot sampai mencapai
tekanan uap (vapour pressure), hal ini disebut sebagai kejadian kavitasi. Di tempat itulah,
fluida tadi berubah menjadi butir-butir gelembung yag sangat kecil akibat temperatur
penguapan fluida. Dengan kejadian ini homogenitas aliran fluida terganggu.

JENIS-JENIS KAVITASI
Laboratorium uji kavitasi membuat sketsa atau memotret pola kavitasi, laboratorium
demikian itu sering pula memberikan penjelasan mengenai hasil yang didapat berdasarkan
penglihatan mata, yaitu kavitasi uap (cloud), busa (foam), kabut (mist), lembaran (sheet),
gelembung, buih (froth), bercak (spot) dan garis (streak) dan sebagainya. Dari segi fisikamengenai proses kavitasi, pembedaan kavitasi menurut jenisnya tidak perlu. Namun demikian
pembedaan itu dalam praktek akan ada gunanya. Tidak ada standar nyata yang dapat dipakai
untuk menerangkan jenis kavitasi, tetapi tidak dapat dikatakan bahwa penjelasan mengenai
bentuk kavitasi harus mencakup keterangan baik mengenai letak, ukuran, struktur dan
dinamika kavitasi maupun dinamika aliran yang diacu secara teratur.
Letak kavitasi dapat diterangkan sebagai berikut :

a. Ujung daun
Contoh : Kavitasi ujung (tip cativation), yaitu kavitasi permukaan (surface cavitation)
yang terjadi di dekat ujung daun propeller ; kavitasi pusaran (vortex cavitation) yang
terjadi di dalam inti tekanan rendah pusaran ujung (tip cortex) propeller.

b. Pangkal daun
Contoh : Kavitasi pangkal daun (root cavitation), yaitu kavitasi di dalam daerah tekanan
rendah di pangkal daun propeller.

c. Celah antara daun dan tabung propeller

d. Hub atau Konis
Contoh : Kavitasi Hub atau Pusaran Hub (hub vortex cavitation), yaitu kavitasi di dalam
pusaran yang ditimbulkan dari daun propeller pada hub. Jika propeller tersebut dianggap
sebagai sayap, maka akan diketahui bahwa di sebelah dalam atau di ujung hub pasti juga
timbul pusaran. Tetapi karena rendahnya kecepatan penampang hub maka semakin dekat
dengan pangkal daun sirkulasinya akan semakin berkurang dan pusarannya akan semakin
lemah. Tetapi dalam kondisi beban yang tinggi pusaran demikian itu akan timbul pusaran
hub yang menyusur ke belakang. Bentuknya seperti tali yang dipuntir dengan jumlah pilin
yang sama dengan jumlah daun propeller.

Menurut letak penampang daun propeller tertentu, misalnya penampang di tengah (midchord):

a. Tepi depan
Tepi ikut : Dalam kaitan ini kavitasi pusaran ikut (trailing vortex cavitation) harus pula
disebutkan. Kavitasi ini adalah kavitasi yang terus-menerus ada di dalam inti tekanan
rendah pusaran ikut di dalam aliran yang meninggalkan propeller.

b. Alas sisi hisap (punggung)
Contoh : Kavitasi punggung (back side cavitation) adalah kavitasi yang terjadi pada
punggung (sisi hisap) daun propeller.

c. Sisi tekanan (muka)
Contoh : Kavitasi muka (face cavitation) adalah kavitasi pada sisi tekanan (muka) daun
propeller. Kavitasi ini umumnya ditimbulkan akibat kerja propeller sedemikian rupa,
sehingga sudut pukul lokal daun propeller itu sangat negatif.

d. Antara propeller dan badan kapal :
Contoh : Kavitasi putaran antara propeller dan badan kapal (propeller hull vortex
cavitation) diartikan sebagai kavitasi pusaran ujung daun propeller yang dalam interval
tertentu merentang hingga mencapai permukaan badan kapal.

kavitasi propeler

Sistem pendingin Motor Diesel

Sistem pendingin pada mesin diesel sangat sering kita jumpai, berikut ini cara sirkulasi pendinginan oleh mesin diesel
a. Ketika mesin baru akan dihidupkan (biasanya di pagi hari), suhu air pada radiator berkisar pada suhu ruang yaitu sekitar 23 deg.C. Ketika mesin dinyalakan, air yang berada di dalam blok mesin bersirkulasi dengan bantuan waterpump melewati selang by-pass tanpa melewati radiator. Mengapa tidak melewati radiator? Itu dikarenakan lubang air menuju radiator masih ditutup oleh termostat, sementara itu lubang by-pass yang letaknya berseberangan dengan lubang menuju radiator terbuka memungkinkan waterpump mengalirkan air yang keluar dari blok mesin untuk kembali masuk ke dalam blok mesin untuk mendinginkan silinder, oil cooler dan cylinder head. Mengapa dibuat demikian? Fase ini disebut sebagai fase pemanasan dimana air yang bersirkulasi di dalam blok mesin sengaja tidak di dinginkan agar suhu kerja mesin, berkisar di 85-90 deg.C cepat tercapai.
b. Ketika mesin mencapai suhu kerja, temperatur air pada sistem sirkulasi fase pendinginan pun naik hingga 85-90 deg.C. Ketika air dengan temperatur tersebut sampai ke rumah thermostat, thermostat yang oleh pabrikan di-set untuk membuka pada suhu antara 85-90 deg.C membuka, sehingga memungkinkan air dari blok mesin masuk ke radiator. Dengan membukanya thermostat, ujung dari thermostat tersebut menutup lubang by-pass yang berseberangan dengan jalur keluar air. Dengan tertutupnya lubang by-pass tersebut juga memungkinkan waterpump untuk memompa air dari dalam radiator untuk menjaga temperatur kerja dari mesin tersebut. Air yang keluar dari blok mesin masuk ke radiator untuk didinginkan dengan bantuan tiupan angin dari fan, baik mekanik maupun elektrik. Fase ini disebut fase pendinginan. Disaat mesin berkerja pada putaran rendah, suhu kerja mesin turun dari 85 deg.C, maka otomatis si thermostat kembali menutup untuk menjaga temperatur air tidak berkurang dari suhu kerja mesin, dan akan membuka kembali ketika suhu tersebut tercapai kembali. Kedua fase ini berpindah secara bergantian bergantung dari temperatur mesin itu sendiri.Dimana pada saat suhu 85-90 deg.C, Ketika air dengan temperatur tersebut sampai ke rumah thermostat, sehingga memungkinkan air dari blok mesin masuk ke radiator. Dengan membukanya thermostat, ujung dari thermostat tersebut menutup lubang by-pass System pendingin oleh air tawar

Akan tetapi pada insatalasi kapal system pendinginya sedikit berbeda dan sering disebut Sistem pendingin tertutup (Indirect cooling system),dimana silinder motor bakar dan komponen lainnya didinginkan dengan air tawar dan kemudian air tawar tersebut didinginkan oleh air laut dan selanjutnya air tawar tersebut dipakai kembali untuk mendinginkan motor, jadi yang selalu bergantian adalah air laut, sedangkan air tawar selalu beredar tetap, demikian daur ini berjalan terus. Pendingin air tawar (Fresh water cooler) yaitu alat pemindah panas berbentuk bejana yang dipergunakan untuk mendinginkan air tawar pendingin motor penggerak utama dan motor bantu kapal dengan mengalirkan air laut kedalam bejana tersebut. Pada motor-motor ukuran besar lebih cenderung menggunakan sistem pendingin tertutup. Hal ini dengan suatu alasan bahwa untuk pendinginan dibawah temperatur 60o C bagi motor-motor yang bertenaga besar lebih sulit. Sedangkan air laut pada temperatur yang tinggi akan menyebabkan endapan-endapan pada tempat yang didinginkan, yang akibatnya bisa mengganggu proses pendinginan.

Termodinamika

siklus termo

Konsep dasar dalam termodinamika

Termodinamika (bahasa Yunani: thermos = ‘panas’ and dynamic = ‘perubahan’) adalah fisika energi , panas, kerja, entropi dan kespontanan proses. Termodinamika berhubungan dekat dengan mekanika statistik di mana banyak hubungan termodinamika berasal.

Pada sistem di mana terjadi proses perubahan wujud atau pertukaran energi, termodinamika klasik tidak berhubungan dengan kinetika reaksi (kecepatan suatu proses reaksi berlangsung). Karena alasan ini, penggunaan istilah “termodinamika” biasanya merujuk pada termodinamika setimbang. Dengan hubungan ini, konsep utama dalam termodinamika adalah proses kuasistatik, yang diidealkan, proses “super pelan”. Proses termodinamika bergantung-waktu dipelajari dalam termodinamika tak-setimbang.

Karena termodinamika tidak berhubungan dengan konsep waktu, telah diusulkan bahwa termodinamika setimbang seharusnya dinamakan termostatik.

Hukum termodinamika kebenarannya sangat umum, dan hukum-hukum ini tidak bergantung kepada rincian dari interaksi atau sistem yang diteliti. Ini berarti mereka dapat diterapkan ke sistem di mana seseorang tidak tahu apa pun kecual perimbangan transfer energi dan wujud di antara mereka dan lingkungan. Contohnya termasuk perkiraan Einstein tentang emisi spontan dalam abad ke-20 dan riset sekarang ini tentang termodinamika benda hitam.

Pengabstrakan dasar atas termodinamika adalah pembagian dunia menjadi sistem dibatasi oleh kenyataan atau ideal dari batasan. Sistem yang tidak termasuk dalam pertimbangan digolongkan sebagai lingkungan. Dan pembagian sistem menjadi subsistem masih mungkin terjadi, atau membentuk beberapa sistem menjadi sistem yang lebih besar. Biasanya sistem dapat diberikan keadaan yang dirinci dengan jelas yang dapat diuraikan menjadi beberapa parameter.

Sistem termodinamika

Sistem termodinamika adalah bagian dari jagat raya yang diperhitungkan. Sebuah batasan yang nyata atau imajinasi memisahkan sistem dengan jagat raya, yang disebut lingkungan. Klasifikasi sistem termodinamika berdasarkan pada sifat batas sistem-lingkungan dan perpindahan materi, kalor dan entropi antara sistem dan lingkungan.

Ada tiga jenis sistem berdasarkan jenis pertukaran yang terjadi antara sistem dan lingkungan:
sistem terisolasi: tak terjadi pertukaran panas, benda atau kerja dengan lingkungan. Contoh dari sistem terisolasi adalah wadah terisolasi, seperti tabung gas terisolasi.
sistem tertutup: terjadi pertukaran energi (panas dan kerja) tetapi tidak terjadi pertukaran benda dengan lingkungan. Rumah hijau adalah contoh dari sistem tertutup di mana terjadi pertukaran panas tetapi tidak terjadi pertukaran kerja dengan lingkungan. Apakah suatu sistem terjadi pertukaran panas, kerja atau keduanya biasanya dipertimbangkan sebagai sifat pembatasnya:
pembatas adiabatik: tidak memperbolehkan pertukaran panas.
pembatas rigid: tidak memperbolehkan pertukaran kerja.
sistem terbuka: terjadi pertukaran energi (panas dan kerja) dan benda dengan lingkungannya. Sebuah pembatas memperbolehkan pertukaran benda disebut permeabel. Samudra merupakan contoh dari sistem terbuka.

Dalam kenyataan, sebuah sistem tidak dapat terisolasi sepenuhnya dari lingkungan, karena pasti ada terjadi sedikit pencampuran, meskipun hanya penerimaan sedikit penarikan gravitasi. Dalam analisis sistem terisolasi, energi yang masuk ke sistem sama dengan energi yang keluar dari sistem.

Hukum-hukum Dasar Termodinamika

Terdapat empat Hukum Dasar yang berlaku di dalam sistem termodinamika, yaitu:

Hukum Awal (Zeroth Law) Termodinamika



Hukum ini menyatakan bahwa dua sistem dalam keadaan setimbang dengan sistem ketiga, maka ketiganya dalam saling setimbang satu dengan lainnya.

Hukum Pertama Termodinamika

Hukum ini terkait dengan kekekalan energi. Hukum ini menyatakan perubahan energi dalam dari suatu sistem termodinamika tertutup sama dengan total dari jumlah energi kalor yang disuplai ke dalam sistem dan kerja yang dilakukan terhadap sistem.

Hukum kedua Termodinamika

Hukum kedua termodinamika terkait dengan entropi. Hukum ini menyatakan bahwa total entropi dari suatu sistem termodinamika terisolasi cenderung untuk meningkat seiring dengan meningkatnya waktu, mendekati nilai maksimumnya.

Hukum ketiga Termodinamika

Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur nol absolut. Hukum ini menyatakan bahwa pada saat suatu sistem mencapai temperatur nol absolut, semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimum. Hukum ini juga menyatakan bahwa entropi benda berstruktur kristal sempurna pada temperatur nol absolut bernilai nol.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.