PRINSIP DASAR KAVITASI

Kavitasi dapat terjadi pada saat propeller menerima beban yang sangat tinggi di bawah
kondisi putaran kritis, yang apabila kondisi kritis ini berlanjut akhirnya akan berakibat
turunnya gaya dorong/thrust ataupun kecepatan floating body.
Dalam penelitian lebih lanjut bahwa kavitasi lebih jauh dapat menimbulkan akibat-akibat
buruk pada propeller yaitu terjadinya erosi pada daun propeller. Sehingga tentu saja akibat
adanya erosi akan berakibat turunnya efisiensi propeller yang lebih besar.
Penelitian terjadinya kavitasi pada propeller, umumnya dipakai suatu unit peralatan untuk
percobaan dengan model propeller yang dinamakan “Terowongan Kavitasi/Cavitation
Tunnel”. Dengan unit peralatan ini dapat diselidiki terjadinya kavitasi beserta sifat-sifatnya
serta sejauh mana kavitasi yang terjadi dapat ditolerir.
Melalui suatu percobaan, apabila suatu benda yang bergerak/berputar dalam suatu aliran
fluida, maka tekanan lokal fluida pada suatu tempat tertentu dapat merosot sampai mencapai
tekanan uap (vapour pressure), hal ini disebut sebagai kejadian kavitasi. Di tempat itulah,
fluida tadi berubah menjadi butir-butir gelembung yag sangat kecil akibat temperatur
penguapan fluida. Dengan kejadian ini homogenitas aliran fluida terganggu.

JENIS-JENIS KAVITASI
Laboratorium uji kavitasi membuat sketsa atau memotret pola kavitasi, laboratorium
demikian itu sering pula memberikan penjelasan mengenai hasil yang didapat berdasarkan
penglihatan mata, yaitu kavitasi uap (cloud), busa (foam), kabut (mist), lembaran (sheet),
gelembung, buih (froth), bercak (spot) dan garis (streak) dan sebagainya. Dari segi fisikamengenai proses kavitasi, pembedaan kavitasi menurut jenisnya tidak perlu. Namun demikian
pembedaan itu dalam praktek akan ada gunanya. Tidak ada standar nyata yang dapat dipakai
untuk menerangkan jenis kavitasi, tetapi tidak dapat dikatakan bahwa penjelasan mengenai
bentuk kavitasi harus mencakup keterangan baik mengenai letak, ukuran, struktur dan
dinamika kavitasi maupun dinamika aliran yang diacu secara teratur.
Letak kavitasi dapat diterangkan sebagai berikut :

a. Ujung daun
Contoh : Kavitasi ujung (tip cativation), yaitu kavitasi permukaan (surface cavitation)
yang terjadi di dekat ujung daun propeller ; kavitasi pusaran (vortex cavitation) yang
terjadi di dalam inti tekanan rendah pusaran ujung (tip cortex) propeller.

b. Pangkal daun
Contoh : Kavitasi pangkal daun (root cavitation), yaitu kavitasi di dalam daerah tekanan
rendah di pangkal daun propeller.

c. Celah antara daun dan tabung propeller

d. Hub atau Konis
Contoh : Kavitasi Hub atau Pusaran Hub (hub vortex cavitation), yaitu kavitasi di dalam
pusaran yang ditimbulkan dari daun propeller pada hub. Jika propeller tersebut dianggap
sebagai sayap, maka akan diketahui bahwa di sebelah dalam atau di ujung hub pasti juga
timbul pusaran. Tetapi karena rendahnya kecepatan penampang hub maka semakin dekat
dengan pangkal daun sirkulasinya akan semakin berkurang dan pusarannya akan semakin
lemah. Tetapi dalam kondisi beban yang tinggi pusaran demikian itu akan timbul pusaran
hub yang menyusur ke belakang. Bentuknya seperti tali yang dipuntir dengan jumlah pilin
yang sama dengan jumlah daun propeller.

Menurut letak penampang daun propeller tertentu, misalnya penampang di tengah (midchord):

a. Tepi depan
Tepi ikut : Dalam kaitan ini kavitasi pusaran ikut (trailing vortex cavitation) harus pula
disebutkan. Kavitasi ini adalah kavitasi yang terus-menerus ada di dalam inti tekanan
rendah pusaran ikut di dalam aliran yang meninggalkan propeller.

b. Alas sisi hisap (punggung)
Contoh : Kavitasi punggung (back side cavitation) adalah kavitasi yang terjadi pada
punggung (sisi hisap) daun propeller.

c. Sisi tekanan (muka)
Contoh : Kavitasi muka (face cavitation) adalah kavitasi pada sisi tekanan (muka) daun
propeller. Kavitasi ini umumnya ditimbulkan akibat kerja propeller sedemikian rupa,
sehingga sudut pukul lokal daun propeller itu sangat negatif.

d. Antara propeller dan badan kapal :
Contoh : Kavitasi putaran antara propeller dan badan kapal (propeller hull vortex
cavitation) diartikan sebagai kavitasi pusaran ujung daun propeller yang dalam interval
tertentu merentang hingga mencapai permukaan badan kapal.

kavitasi propeler